Monday, 31 August 2015

Seandainya Aku Menjadi Pemuda Di Masa Penjajahan Jepang

 “Seandainya Aku Menjadi Pemuda Di Masa Penjajahan Jepang”

Pernahkah kamu menginginkannya untuk menjadi pemuda di masa penjajahan jepang? Jikalau jawabannya Ya, lalu apa yang akan kalian lakukan ketika itu.? Pastinya kalian ingin membantu rakyat Indonesia untuk bisa terhindar dari para Penjajah. Sekolompok pemuda memang sangat di butuhkan pada waktu itu, seperti halnya soekarno yang pada waktu itu menjadi seorang pemuda. Bahkan bukan hanya menjadi seorang pemuda saja selain menjadi pemuda beliau pun telah menjadi pemimpin pemuda pada waktu Indonesia di jajah oleh Jepang.
            Kelompok pemuda ini memegang peranan penting bagi Indonesia, apalagi kalau kita melihatnya dalam jumlah yang cukup banyak. Kalau menurut jepang, pemuda pada waktu itu dinilai yang sangat dibutuhkan sekali oleh Jepang, bahkan jepang menilai para pemuda apalagi yang tinggal di pedesaan, belum terpengaruh oleh pikiran orang barat. Mereka secara fisik cukup kuat, semangat, dan pemberani. Sehingga di butuhkan sekali pemuda yang berasal dari pedesaan tersebut, oleh karena itu perlu dikerahkan untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi peperangan melawan Negara-negara yang cukup besar. Maka pemuda dijadikan sasaran utama bagi propaganda Jepang.
            Dengan adanya semboyan Jepang, Indonesia sama saja, jepang saudara tua Indonesia dan itu menjadi ketertarikannya oleh kalangan pemuda. Pernyataan tersebut tentang persamaan, dinilai sebagai suatu perubahan baru dari keadaan di masa Belanda yang begitu diskriminatif.  Jepang juga telah melatih pemuda  untuk menjadi pemuda yang di siplin, dan harus memiliki semangat juang yang sangat tinggi, bahkan menjadi kesatria yang tinggi. Sesuai dengan sifat pemuda yang memiliki semangat juang yang tinggi, maka yang ditekankan kepada pemuda adalah semangat dan berjiwa kesatria. Selain itu juga dikembangkan jiwa disiplin dan menghilangkan rasa rendah diri. Salah satu cara untuk menerapkan nilai-nilai tersebut kepada para pemuda adalah dengan mendidiknya atau juga dengan pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan khusus. Pendidikan umum seperti halnya dengan mengadakannya sekolah dasar dan sekolah menengah. Untuk dapat membantu jepang dalam peperangan.
Maka dari itu kita sebagai pemuda Indonesia, janganlah patah semangat dan gapailah cita-cita. Selain menggapai cita-cita, kitapun harus mencotoh para pemuda di masa Soekarno, mereka tidak pernah patah semangat, selalu disiplin, dan berjiwa kesatria, hilangkan lah rasa rendah diri untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Sebagai para pemuda pada masa penjajahan Jepang, kita hanya memiliki cita-cita yang luhur yakni. Indonesia merdeka dengan Indonesia merdeka kita terbebas dari penjajahan Jepang. Kita akan menjadi Negara yang merdeka. 

Peran Dan Perjuangan Soekarno Di Masa Penjajahan Jepang

“Peran Dan Perjuangan Soekarno Di Masa Penjajahan Jepang”

Kamu tentu tahu kan dengan sosok  Soekarno?  Ya itu lah sosok seorang yang bisa  juga di sebut dengan pahlawan di Indonesia. Bayangkan saja beliau walaupun sedang sakit tapi semangatnya tidak pernah padam, demi memerdekakan Indonesia. Perang demi perang telah diluncurkan oleh Jepang ke Indonesia,  Indonesia pun ketika itu di pimpin oleh Soekarno hampir tidak kewalahan melawan Jepang. Sejumlah tokoh nasionalis Indonesia banyak yang menggunakan kesempatan pendudukan jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.  Banyak di antara mereka yang menduduki jabatan-jabatan dalam lembaga yang di bentuk jepang.
Misalnya, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan tokoh-tokoh lainnya yang menduduki pimpinan Pusat  Tenaga Rakyat (Putera). Mereka dikenal dengan sebutan “empat serangkai”. Putera merupakan sebuah organisasi yang di bentuk oleh Jepang  pada bulan Maret 1943, yang tujuannya untuk menggerakan rakyat Indonesia untuk mendukung peperangan jepang menghadapi sekutu. Melalui organisasi ini  para pemimpin Indonesia dapat berhubungan langsung dengan rakyat, baik melalui rapat-rapat maupun media massa milik jepang.
Tokoh-tokoh putera ini memanfaat organisasi tersebut untuk menggembleng mental dan membangkitkan semangat nasionalisme, menumbuhkan rasa percaya diri, serta harga diri sebagai bangsa. Pada saat penggemblengan itulah Ir. Soekarno selalu menyisipkan penanaman jiwa  dan semangat nasionalisme, pentingnya persatuan dan kesatuan serta keberanian berjuang dengan risiko apapun untuk menuju Indonesia merdeka. Indonesia memanfaatkan organisasi ini untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan, maka jelas bahwa rakyat Indonesia tidak bodoh untuk dibohongi oleh jepang.
Nah, itulah sosok para pemimpin di Indonesia pada waktu Indonesia di jajah oleh Jepang, dan salah satunya adalah  Soekarno,  setelah melewati sebuah peperangan yang pada waktu itu melawan Jepang, dan akhirnya berkat Ir. Soekarno yang selalu memberikan motivasi kepada rakyatnya, Indonesia pun telah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Dan rakyat pun sangat antusias, semua bergembira. Dan yang paling menyedihkan pada saat Ir. Soekarno sedang jatuh sakit terus waktu itu sebuah proklamasi akan dibacakannya oleh beliau, pada tanggal 17 Agustus 1945  beliau pun membacakan naskah proklamasi tersebut walaupum sedang sakit. Dan setelah di bacakannya naskah tersebut akhirnya Indonesia merdeka pada waktu itu juga.
Tugas kita sekarang, ingatkanlah sosok Ir. Soekarno pada waktu dulu yang pernah mengorbankan nyawa demi Indonesia, sehingga Indonesia terbebas dari penjajah. Dan patut kita contoh semangatnya yang tak pernah padam untuk membela yang benar, dan kita harus  mencontohnya, kita pun harus memanfaatkan Negara kita dengan sebaik mungkin, karena untuk memerdekakan Negara itu tidak lah mudah butuh pengorbanan untuk terbebas dari penjajah.

Saudara Tua Antara Kawan Dan Lawan

“Saudara Tua Antara Kawan Dan Lawan”

           
Pernahkah kamu mendengar tentang “Saudara Tua” ? ya, itu salah satu rakyat jepang yang di sebut dengan sebutan Saudara Tua oleh rakyat Indonesia. Lalu mengapa jepang di sebut dengan Saudara Tua Indonesia? Pada awalnya jepang dipandang dapat membebaskan dari kekuasaan Belanda.  Dukungan rakyat Indonesia itu Nampak karena perilaku jepang yang sangat membenci Belanda. Jepang juga mempropagandakan bahwa kedatangan jepang ke Indonesia tidak lain hanyalah untuk membebaskan rakyat Indonesia dari cengkraman penjajahan bangsa barat. Jepang juga berkeinginan untuk memajukan dan menyatukan seluruh rakyat Asia, untuk lebih meyakinkan orang-orang Indonesia jepang kembali menegaskan bahwa Jepang tidak lain hanyalah saudara tua mereka, jadi Jepang dan Indonesia itu sama.
            Lalu apa maksud dari Saudara Tua Antara Kawan Dan Lawan? Berbicara tentang saudara tua biasanya saudara tua itu bukan lah lawan tapi saudara yang harus kita hormati, tetapi Saudara Tua yang di maksud rakyat Jepang ini, hanya lah sebuah tipuan untuk bisa menghasut rakyat Indonesia karena jepang menginginkan wilayah Indonesia untuk di kuasai seluruh SDA(Sumber Daya Alam) karena itu yang dapat memenuhi untuk mencukupi rakyat jepang selama peperangan masih berjalan.  
            Indonesia adalah Negara yang sangat kaya akan Sumber Daya Alamnya. Potensi kekayaan alam yang di miliki tiada bandingnya dengan Negara lain. Kekayaan alamnya itu mulai dari laut, darat, dan kekayaan lainnya yang terkandung di dalam bumi tidak terhitung jumlahnya. Keramahan, senyuman khasnya saat bertemu orang luar, sikap pedulinya dengan orang-orang sekitar, sepertinya tidak akan ditemukan di Negara lain.  Melihat kekayaan alam di Indonesia  seperti melihat separuh dunia berada didalamnya.  Betapa tidak? Karena bejuta-juta pantai di Indonesia dapat di temui, bahkan disuguhkan dengan sebuah Taman Bawah Laut bunaken yang hampir tidak ditemukan  di Negara lain yang seindah Indonesia ini.
            Maka sebab itu jepang ingin menguasai Indonesia. Tapi bukan hanya Indonesia saja yang ingin di kuasai oleh jepang, bahkan seluruh dunia pun ingin di kuasainya. Karena jepang percaya bahwa ia adalah keturunan Dewa yang sebagai pemimpin dunia. Itulah maksud jepang ingin menguasai Dunia. 

Friday, 28 August 2015

Klasifikasi Keamanan Informasi, Melindungi Informasi Rahasia Perusahaankah?

Klasifikasi Keamanan Informasi, Melindungi Informasi Rahasia Perusahaankah?

Informasi digital saat ini mendominasi perputaran/sirkulasi informasi di berbagai institusi, baik dipemerintahan, swasta, universitas, organisasi sosial, hankam, lembaga perekonomian, organisasi politik, dan banyak lagi.
Naskah: IGN Mantra
Dosen Keamanan informasi, Peneliti Cyber War dan Cyber Scurity Inspection @lab, ABFII Perbanas Jakarta, Certified EC-Council Instructor dan Ketua Indonesia Academic Computer Security Incident Response Team, Korespondensi e-mail:mantra@acad-csirt.or.id

H
ampir bisa dipastikan informasi merupakan ujung tombak bergeraknya perekonomian. “siapa yang memegang informasi, dialah yang akan memenangkan peperangan”, begitu pepatah mengatakan.
                Begitu juga di era internet saat ini. Hal yang sangat dicari para hackers/creckers dan intruder adalah informasi. Jantung informasi ada dalam database. Karena itu, komputer/laptop sudah tidak bernilai lagi di mata para hackers/ckreckers. Baik hackers perorangan maupun tim akan berusaha menjebol pertahanan keamanan informasi di server. Mereka akan berlomba-lomba memperoleh informasi penting, sensitif, dan bahkan rahasia sekalipun.
                Penulis kali ini akan mengulas tentang klasifikasi informasi di dalam perusahaan. Akan dipaparkan informasi secara umum, informasi penting dan rahasia, serta bagaimana melakukan klsifikasi informasi tersebut. Dipaparkan pula bagaimana melindungi informasi, termasuk peran pemerintah dalam melindungi informasi penting negara.
                Tujuan klasifikasi informasi adalah membuat pemeringkatan terhadap kadar sensitivitas informasi tersebut. Klasifikasi informasi akan memungkinkan adanya pengontrolan terhadap proteksi keamanan data dan informasi, sehingga informasi dapat diselamatkan dari tangan-tangan pemulung informasi.
Klasifikasi Keamanan Informasi
            Dalam konteks keamanan informasi, klasifikasi keamanan informasi dibuat berdasarkan level sensitivitas informasi tersebut. Selain itu, juga dilihat dampak bila informasi tersebut diungkap/dibuka oleh orang yang tidak memiliki otorisasi yang sah (unauthorized). Jika terungkap ke publik, informasi tersebut dapat dikategorikan telah mengalami kebocoran informasi.
                Ada beberapa pendekatan untuk melakukan klasifikasi keamanan informasi, tergantung dari negara dan institusi yang melakukannya. Klasifikasi informasi di militer dan industri keamanan sangat berbeda dengan industri keuangan dan perbankan termasuk institusi lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan.
                Berikut adalah panduan (guideline) klasifikasi keamanan informasi menurut Wikipedia dan beberapa negara. Panduan ini didefinisikan menjadi beberapa bagian seperti:
Top secret. Informasi diproduksi oleh orang/tim khusus dan diklasifikasikan sebagai top scret. Sangat sedikit yang mengetahui informasi jenis ini. Hanya Presiden, Menteri Pertahanan dan Panglima TNI saja yang dapat mengaksesnya. Bahkan ada informasi yang hanya dapat dibuka bersama antara Presiden dan Menhannya. Salah satu personil saja tidak dapat membukanya. Penyimpanan informasi ini dalam bentuk “encrypted”, “hidden”, dan sangat rahasia. Klasifikasi ”top scret” hanya dimiliki oleh negara dan militer. Ini karena informasi jenis ini sangat berbeda isi dan cara penyimpanannya. Contoh PIN sumber daya nuklir, PIN rudal jelajah peta ranjau, gudang senjata, peta infantri, peta tank, peta kavaleri, dan banyak lagi.
Secret. Informasi diproduksi oleh orang/tim tertentu dan di klasifikasikan sebagai secret. Penyimpanan informasinya dalam bentuk “encrypted” dan tidak beredar. Klasifikasi “secret” bisa dilaksanakan dan dimiliki oleh semua institusi. Informasi ini beredar dikalangan pejabat pemerintah dan petinggi swasta saja. Karena sifatnya rahasia, akses ke informasi “secret” ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan terawasi. Sebagai contoh laporan keuangan perusahaan (cash-flow), aset perusahaan, rahasia dagang, rahasia produk, rahasia ekspansi, penemuan baru, dan banyak lagi.
Confidential. Informasi diproduksi oleh departemen tertentu yang membuat informasi tersebut. Penyimpanan informasinya dilakukan secara “encrypted” dan hanya beredar di area terbatas. Klasifikasi “confidential” terjadi di institusi pemerintah dan swasta. Sebagai contoh informasi departemen marketing tidak boleh dikonsumsi oleh departemen lain seperti SDM, begitu juga sebaliknya. Ini karena tidak ada informasi di marketing yang dapat di olah oleh orang-orang SDM.
Restricted. Informasi diproduksi oleh setiap departemen. Penyimpanan informasi dilakukan dalam bentuk “unencrypted”. Klasifikasi “restricted” ini dilakukan oleh institusi agar informasi tidak beredar secara luas. Informasi ini hanya boleh diakses oleh pihak internal perusahaan saja, atau satu departemen saja antara atasan dan bawahan atau antara manajer dan staf. Dengan demikian, pihak lain tidak perlu mengetahui informasi lain tersebut.
Unclassified. Informasi diproduksi oleh departemen publikasi dan untuk konsumsi umum. Penyimpana informasi dilakukan oleh departemen yang telah ditunjuk. Karena informasi ini “unclassified” atau tidak terklasifikasi, siapa saja boleh mengonsumsi informasi seperti ini. Contoh: laporan keuangan untuk publik, informasi di website, tabloid, majalah, spesifikasi teknis, panduan, petunjuk praktis, password default product merk-merk yang telah dibeli oleh masyarakat retail/corporate, brosur dan banyak lagi.
Mengapa informasi di klasifikasikan? Ada beberapa alasan penting dibalik klasifikasi tersebut seperti:
·         Melindungi informasi pribadi (personal). Siapapun dan dimanapun WNI mendapatkan perindungan dalam undang-undang ITE. Informasi perorangan ini misalnya informasi pribadi seperti catatan medis (medical record), data perbankan, data detail pegawai atau pelajar. Semua data ini dijaga dengan baik oleh pemilik sistem informasi tersebut. Database pribadi pejabat negara tidak boleh dipublikasikan tanpa izin.
·         Melindungi informasi dari akses yang tidak diperbolehkan (unaunthorized). Klasifikasi informasi membatasi akses oleh orang dan bagian sehingga tidak bisa diakses secara sebarang. Akses-akses kepada database diatur sedemikian rupa agar hanya boleh diakses oleh operator yang berkepentingan saja. Contoh customer service telephone, perbankan, dan rumah sakit hanya dapat mengakses informasi tersebut dengan persetujuan customer didepan layar mereka. Ini juga hanya sebatas informasi yang diperlukan saja, seperti entry saving tabungan, load database customer yang sedang komplain load data customer rumah sakit dan banyak lagi.
·         Melindungi hak karya cipta (intellectual property). Pada saat informasi sudah dihasilkan oleh institusi, informasi yang berkaitan dengan hasil karya cipta perorangan maupun institusi yang dijaga dengan baik. Ini karena karya cipta merupakan aset perusahaan. Sebelum mendapatka pengakuan sebagai hak karya cipta dari pemerintah, karya tersebut sebaiknya diselamatkan dan di awasi dengan baik agar tidak jatuh kepada kompetitor dan ujung-ujungnya adalah saling klaim terhadap karya cipta tersebut.
·         Melindungi informasi dari kebocoran dan penyebaran. Informasi dapat mengalami kebocoran atau perpindahan dari satu tempat ketempat yang lain tanpa disadari dan dikehendaki. Institusi manapun harus dapat melakukan klasifikasi informasi dengan baik karena informasi “secret” tidak boleh sebarang diletakkan sehingga dapat dicuri oleh orang lain maupun karyawan. Informasi memiliki nilai yang sangat tinggi sehingga dapat dibocorkan secara sengaja maupun tidak sengaja. Karena itu, haram meng-copy secara serampangan informasi-informasi penting kedalam flash disk pribadi yang dibawa kesana kemari. Probabilitas flash disk hilang dan lupa tertancap di komputer umum akan sangat membahayakan informasi yang ada di flash disk tersebut.
·         Memfasilitasi pertukaran informasi internal dan pelayanan yang terintegrasi pada saat informasi dikirim/diterima. Informasi yang telah diproduksi oleh setiap departemen seyogyanya dapat saling dipertukarkan antar departemen. Dengan kaidah-kaidah klasifikasi informasi, informasi tidak dapat dikirim/diterima begitu saja, dan harus melalui prosedur yang ketat. Klasifikasi informasi sangat membantu pengguna agar informasi tidak pindah kepada yang tidak berhak sehingga menghasilkan kebocoran informasi kepada pihak lain.
·         Melindungi informasi dalam bentuk dukungan pengamanan umum dan penegakan hukum. Klasifikasi informasi akan menempatkan informasi pada tempat yang sebenarnya sehingga diperlukan pengamanan akses kepada informasi tersebut. Bila terjadi pelanggaran terhadap penyalahgunaan klasifikasi informasi, seyogyanya dilakukan penegakan hukum untuk pelanggaran yang telah dilakukan. Pada klasifikasi informasi ”top secret”, tidak boleh sebarang orang mengetahui informasi tersebut. Contohnya seperti sudah disebut sebelumnya, antara lain PIN sumber daya nuklir, PIN rudal jelajah, PIN bom kimia, rencana pengembangan senjata dan pasukan, rencana perpindahan peralatan tempur,peralatan rusak dan maintenance, jumlah senjata organik dan non organik, dokumen penemuan-penemuan baru, investasi, SDM yang terlibat, dan banyak lagi harus sangat dirahasiakan keberadaannya.
Implementasi klasifikasi keamanan informasi
                Implementasi klasifikasi keamanan informasi tergantung dari setiap institusi. Berikut penulis deskripsikan ulang sesuai dengan reverensi yang digunakan di beberapa negara, sehingga dapat digunakan sebagai bahan reverensi klasifikasi keamanan informasi di NKRI.
                Implementasi dibagi kedalam beberapa bagian seperti:
·         Melabel aset-aset informasi.
·         Menyimpan informasi
·         Melakukan transmisi (mengirm/menerima) informasi.
·         Menghancurkan informasi sudah tidak digunakan.
·         Melindungi integritas informasi.
·         Menyiapkan perizinan akses terbatas dan pengungkapan informasi
·         Membangun akuntabilitas

Kesiapan Menghadapi Bencana

Kesiapan Menghadapi Bencana


Banyak perusahaan membangun miring disaster recovery center (DRC) untuk mengantisifasi bencana yang berpotensi mengganggu kegiatan bisnis. Namun memiliki DRC sebenarnya hanya bagian dari kesiapan menghadapi bencana.
Naskah: Halim D.mangunjudo, Consulting & Enterprise Business Director Multi-Polar Techanology


Saat ini, Teknologi Informasi (TI) sudah menjadi komponen penting kelangsungan proses bisnis sebuah perusahaan. Bahkan banyak sekali contoh bagaimana sebuah proses bisnis sangat bergantung pada dukungan layanan TI. Layanan perbankan seperti mobile bankin, internet bankin, dan ATM tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan layanan TI. Selain itu, TI juga mengelola data dan informasi perusahaan yang menjadi aset yang sangat berharga. Keberlangsungan prosses bisnis suatu banyak bergantung pada pengelolaan data dan informasi perusahaan tersebut.
Terhentinya layanan TI merupakan momok tersendiri bagi perusahaan yang sangat bergantung pada layanan TI. Bencana (disaster) merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan terganggunya, bahkan terhentinya, layanan TI. Bencana merupakan suatu kejadian yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan berakibat fatal. Karenanya setiap perusahaan harus mempersiapkan diri terhadap terjadinya bencana.
Dalam dunia TI, kita mengenal istilah Disaster Recovery yaitu serangkaian kegiatan yang bertujuan memulihkan layanan TI akibat terjadinya bencana dalam waktu yang ditentukan. Dengan disaster recovery, kerugian yang terjadi bisa di minimalisir ke level yang dapat diterima manajemen. Untuk mewujudkan itu, banyak perusahaan membangun DRC (Disaster Recovery Center) sebagai salah satu upaya untuk memulihkan layanan TI bila terjadi bencana.
Secara terminilogi, DRC merupakan LOKASI pemulihan (recovery site)  yang digunakan saat terjadi bencana, yang mencakup fasilitas (infrastruktur & sistem TI) untuk menjalankan fungsi/operasional TI selama terjadi bencana. Dengan kata lain, bila terjadi bencana yang mengakibatkan terganggu/terhentinya layanan TI di data center, layanan TI akan dialihkan ke DRC.
Kebanyakan perusahaan sudah merasa cukup dalam menghadapi bencana dengan memiliki suatu DRC. Namun apakah benar demikian? Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena suatu bencana memiliki dampak yang cukup luas. Suatu perusahaan harus memikirkan berbagai aspek akibat dari bencana serta terjadi bencana misalnya: Apakah suatu kejadian bisa dikatakan suatu bencana? Dalam hal ini harus ada personil yang berhak menyatakan adanya bencana, khususnya terkait TI.
Apakah pemindahan operasional layanan TI ke DRC harus dilakukan? Tidak semua bencana yang menyebabkan terhentinya layanan TI dapat diatasi dengan pemindahan layanan TI dapat diatasi dengan pemindahan layanan TI ke DRC. Dalam hal ini harus ada personil yang menentukan tindakan apa yang harus diambil bila terjadi bencana.
Apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana? Seperti yang disebutkan diatas, bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa dapat diperkirakan. Pada saat terjadinya bencana, apakah masing-masing personil terkait mengetahui peran serta tindakan apa yang harus dilakukan? Dalam hal ini perlu ada suatu dokumen yang mendefinisikan peran setiap personil serta prosedur apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Hal-hal diatas itulah yang terakup dalam DRP (Disaster Recovery Plan). DRP merupakan serangkaian strategi  & perencanaan untuk memulihkan layanan TI setelah terjadi suatu bencana.
Untuk lebih siap dalam menghadapi bencana, perusahaan harus mulai membangun DRP.
MEMBANGUN DRP
          Dalam membangun suatu DRP, suatu perusahaan perlu melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
§  Langkah pertama perusahaan harus mengidentifikasi ancaman (threats), kerentanan (vulnerabilities) dan risiko dari layanan TI yang ada. Kegiatan ini mengenali ancaman (threats) apa saja yang mungkin terjadi serta dapat mengakibatkan terganggunya layanan TI. Beberapa ancaman yang mungkin terjadi termasuk:
·         Ancaman yang disebabkan oleh sebab alami seperti banjir, tsunami, dll.
·         Ancaman yang disebabkan oleh manusia seperti terorisme, sabotase, perusakan, dll.
·         Ancaman yang disebabkan karena sebab teknis seperti kerusakan server, kerusakan jaringan, kerusakan fasilitas pendukung, dan lain-lain.
Perusahaan kemudian dapat mengidentifikasi tingkat kerentanan layanan TI yang ada serta risiko yang dapat timbul akibat terjadinya ancaman-ancaman tersebut. Kegiatan selanjutnya adalah menentukan mitigasi yang harus dilakukan untuk memperkecil kerentanan dan risiko terhadap ancaman-ancaman.
§  Langkah kedua perusahaan mengidentifikasi seberapa besar dampak yang ditimbulkan bila suatu proses bisnis terganggu/terhenti akibat terjadinya bencana. Kegiatan ini juga mengidentifikasikan seberapa besar batas dampak kerugian yang mampu ditanggung oleh perusahaan atas terhentinya proses bisnis tersebut. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dapat menentukan MTD (maximum tolerable downtime), yaitu waktu maksimum waktu terhentinya setiap proses bisnis yang bisa ditanggung oleh perusahaan.
Selanjutnya perusahaan akan mengidentifkasi layanan TI apa saja yang diperlukan oleh setiap proses bisnis agar tetap dapat berjalan. Layanan TI tersebut harus segera dapat dipulihkan agar proses bisnis dapat berjalan. Hal ini terkait dengan langkah selanjutnya yaitu menentukan RTO (Recovery Time Objective) atau waktu yang harus dipenuhi untuk memulihkan layanan TI.
§  Langkah ketiga perusahaan menyusun dalam Recovery Strategy yaitu strategi apa yang akan diambil oleh perusahaan untuk memulihkan layanan TI. Salah satu strategi adalah dengan membangun suatu DRC sebagai alternate site untuk mengalihkan layanan TI dari data senter bila terjadi bencana. Dalam hal ini perusahaan harus menetukan apakah suatu DRC bersifat hot site, warm site, atau could site. Perusahaan juga harus menentukan seberapa besar kapasitas dari DRC  yang akan dibangun. Setiap pilihan akan sangat menetukan dalam hal biaya. Karenanya penetuan strategi harus diperhitungkan dengan baik mempertimbangkan dampak, risiko yang akan ditanggung versus biaya yang perlu dikeluarkan.
§  Langkah keempat perusahaan menyusun peran serta aktifitas yang harus dilakukan saat terjadinya bencana. Kegiatan ini menentukan siapa saja yang akan terlibat bila terjadi bencana serta peran masing-masing. Kegiatan ini juga menyusun prosedur step-by-step yang harus dilakukan oleh setiap personil yang terlibat dalam kegiatan penanganan bencana yang meliputi antara laian:
·         Respon/tindakan pada saat terjadinya bencana atau keadaan yang memungkinkan terjadinya bencana.
·         Kegiatan yang harus dilakukan untuk memulihkan layanan TI akibat terjadinya bencana.
·         Kegiatan untuk melihat seberapa besar dampak kerugian yang ditimbulkan oleh suatu bencana.
·         Kegiatan pemulihan dan restorasi layanan TI.
Kegiatan-kegiatan diatas merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk menyusun suatu DRP yang lengkap. Kegiatan tidak berhanti begitu saja setelah memiliki DRP yang lengkap. Banyak kasus terjadi ketika DRP hanya menjadi dokumen yang tersimpan begitu saja. Akibatnya, pada saat terjadi bencana personil-personil terkait tetap tidak mengetahui harus melakukan apa. Karenanya dokumen DRP harus disosialisasikan dengan baik serta selalu diperbaharui. Perusahaan harus melakukan pelatihan secara berkala bagi personil-personil terkait agar mereka siap bila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Yang juga perlu diperhatikan adalah DRP hanya menyentuh hal-hal yang terkait dengan layanan TI seperti aplikasi server, dan jaringan. DRP tidak menyentuh hal-hal yang terkait dengan proses bisnis perusahaan itu sendiri. Pemulihan proses bisnis akibat terjadinya bencana dicakup dalam suatu BCP ( Business Continuity Plan). Karenanya, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah membangun DCP.

10 TIPS MEWUJUDKAN SMART CITY

10 TIPS MEWUJUDKAN SMART CITY


Akhir Mei kemarin, kebakaran kembali melanda kawasan Tambora di Jakarta Barat. Penyebabnya pun lagi-lagi soal konsleting listrik. Penyebabnya mungkin sepele, namu sebenarnya menggambarkan masalah besar di Tambora dan berbagai kawasan dikota besar: penduduk perkotaan semakin padat.
naskah :wisnu Nugroho                      ikon: www.freepik.com
esarnya jumlah penduduk memang menjadi masalah pelik perkotaan. Derap ekonomi yang lebih tinggi di banding daerah menimbulkan arus urbanisasi yang tinggi ke kota. Masalah kota pun menjadi kompleks. Kemacetan lalu lintas, polusi, keterbatasan sumberdaya, infrastruktur yang kurang memadai, dan tuntutan pertumbuhan ekonomi.
                Masalah besar itu harus diatasi dengan cara yang kreatif, dan disanalah konsep smart city menjadi menarik. Smart city memungkinkan pemerintahan kota memiliki informasi lebih banyak dan mendalam terhadap masalahh perkotaan. Berbekal informasi tersebut, mereka bisa membuat keputusan yang tepat dalam mengatur dinamika kotanya.
                Sebagai perusahaan teknologi, Cisco telah berpengalaman membantu pemerintahan kota seperti Amsterdam, Kansas, dan Jaipur dalam mewujudkan Smart city, dari pengalaman itu, Cicso pun mencoba menawarkan resep mewujudkan Smart city.  Berikut adalah 10 tips  mewujudkan Smart city versi     Cisco.

1.       Pilih Pimpinan dengan Visi
Memiliki pemimpin yang memiliki Visi adalah modal awal mewujudkan Smart city. Tokoh panutan yang tepat dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada dalam evolusi menuju Smart city.
2.       Dari Perencanaan ke pelaksanaan
Demam Smart city membuat banyak pemerintahan daerah berinisiatif merencanakan pembangunan kota pintar. Cisco juga mengingatkan pentingnya konsistensi untuk menggerakkan rencana tersebut menjadi tindakan. Salah satu caranya dengan meninggalkan birokrasi yang rumit dan melibatkan semua stakeholder seperti warga dan penyedia solusi.
3.       Buatlah Quick Win
Pembangunan Smart city terbilang kompelks dan membutuhkan waktu yang panjang. Namun pemerintah kota sebaiknya juga membuat sebuah proyek percobaan yang di lakukan dengan estimasi biaya, keuntungan, dan analisa ROI yang sederhana. Kesuksesan dari proyek percobaan tersebut akan menimbulkan kepercayaan terhadap rencana besar Smart city.
4.       Pahami biaya dan keuntungan
Hasil survey Cisco menunjukan banyak pemerintah kota yang memahami manfaat Smart city dalam secara gelobal, namun mereka tidak memahami bagaimana menterjemahkan keuntungan tersebut kedalam mentrik-mentrik yang spesifik. Kekurangpahaman ini dapat dimaklumi, karena banyaknya jajaran teknologi yang berbeda-beda yang memasuki ranah Smart city. Namun memahami biaya dan keuntungan menjadi faktor penting dalam membuat rencana besar Smart city.
5.       Pertimbangkan pendanaan
Meskipun obligasi pemerintah merupakan pilihan yang umum, banyak kota tidak menyadari ada pilihan pendanaan lain untuk pembangunan Smart city. Saat ini, telah tersedia banyak mekanisme pendanaan inovatif. Dengan pilihan yang berbeda untuk pengandaan teknologi, misalnya, kota-kota dapat beralih kemodel bisnis yang mendefinisikan pembangunan Smart city ini sebagai pengeluaran operasional; bukan pengeluaran modal.
6.       Tingkatkan dukungan internal
Untuk meringankan hambatan internal dan kekurangan tata-kelola lintas vertikal, penting bagi kota untuk menciptakan tim lintas-departemen untuk membantu mengumpulkan sumber-sumber pendanaan dan menyamakan prioritas dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis.
7.       Pertimbangkan pilihan teknologi
Solusi Smart city yang berbasis cloud dan software-as-a-service (SaaS) yang efisien sudah tersedia saat ini. Dan, tipe Solusi-solusi ini juga memberikan efisiensi dalam hal sumber daya manusia,karena tenaga ahli eksternal dapat menjadi perpanjangan dari tim TI internal hanya dengan sedikit tambahan investasi. Bila memungkinkan, manfaatkan Smart Regulation dan Open Architecture untuk membantu memitigasi kekhawatiran akan interoperabilitas.
8.       Mulai Mobilisasi Teknologi
Kurangnya aplikasi yang dirancang untuk komunikasi mobile-padahal komunikasi mobile telah menjadi bagian penting dari kehidupan masa kini-akan menjadi masalah bagi kota. Penggunaan mobile tengah meningkat drastis, dan bisnis, turis, dan pengunjung yang mengerti teknologi akan mengharapkan komunikasi mobile dari kota tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka.
9.       Belajar dari yang lain
Kota-kota di seluruh dunia sudah mulai beramai-ramai mengambil inisiatif menuju Smart city, dan mereka bersedia untuk berbagi pengalaman mereka. Banyak anggota dari Smart City Council, sebagai contohnya, sudah berbagi wawasan-wawasan mereka.
10.   Temukan partner yang Tepat
Tools, sumber daya, dan keahlian yang tepat dapat membantu kota untuk setiap lagkah yang disebutkan di sini. Dengan kemitraan yang tepat, para pejabat pemerintahan dapat meraih dukungan yang mereka perlukan untuk dengan cepat berevolusi dan merealisasikan keuntungan  Smart city yang tersedia untuk mereka.

Tren Komputasi Awan Masuki Era Hybrid

Tren Komputasi Awan Masuki Era Hybrid


Salah satu kendala terbesar dalam implementasi cloud computing, khususnya public cloud, adalah kekhawatiran para pemimpin TI tentang keamanan (security) untuk menaruh workloads dan data di cloud. Inilah salah satu facktor yang memicu lahirnya komputasi awan jenis hibryda alias hybrid cloud, yakni lingkungan cloud  dimana teknologi yang dipakai oleh public cloud bisa diimplementasikan didalam perusahaan.
Apa Itu Hybrid Cloud ?
            Seperti tercermin dari namanya, hybrid cloud adalah kombinasi public cloud  yang dipakai bersama-sama (multi-tenancy) dengan infrastruktur private cloud, yang digunakan dalam satu perusahaan. National Institute of standards and technology (NSIT) mendefinisikan hybrid cloud sebagai komputasi cloud dengan komposisi paling tidak satu private cloud dan satu public cloud. Keduanya beroperasi secara terpisah dan mandiri, tapi dihubungkan dengan jalur komunikasi yang diamankan oleh teknologi enkripsi. Dengan demikian, data dan aplikasi data dapat dipindah-pindahkan dari awan private ke public cloud atau sebaliknya dengan aman.
          Hybrid cloud memungkinkan setiap organisasi untuk menyimpan data yang paling sensitif di private cloud memanfaatkan teknologi cloud computing. Sementara organisasi juga mendapat fasilitas untuk memanfaatkan sumber daya komputasi dari public cloud.
Manfaat Hybrid Cloud
          Satu manfaat yang paling jelas dari penerapan Hybrid cloud adalah memiliki sendiri instruktur didalam perusahaan (on-premise) private cloud yang tidak tergantung pada instruktur diluar (public internet). Ketergantungan pada awan publik dapat menimbulkan masalah pad access time dan latency, dan juga beresiko ketergantungan pada penyedia layanan awan public.
          Dengan memiliki infrastruktur private cloud , kemampua menjalankan workload bisa lebih terjamin. Sementara pada saat yang sama, organisasi mampu memanfaatkan jasa dari public cloud untuk mengatasi failover dan pada saat ada kebutuhan komputasi yang melebihi kemampuaan infrastruktur on-premise. Misalnya, ketika diakhir tahun untuk tutup buku perusahaan, workload akan meningkat dengan drastis atau, perusahaan dibisnis retail yang mengalami beban kerja tinggi saat menghadapi musim-musim belanja tertentu, atau saat secara online menjual produk baru yang diminati banyak orang.
          Dalam situasi seperti ini, departemen TI dapat memanfaatkan infrastruktur public cloud mereka tidak perlu membangun atau menambah infrastruktur private cloud, karena akan memboroskan anggaran ketika infrastruktur itu menganggur diwaktu workload sedang rendah.
Penerapan Hybrid Cloud
          Penerapan hybrid cloud  bisa dimulai dari dua pendekatan:
Dimulai oleh pendor yang menyediakan solusi untuk private cloud dan telah membangun kerjasama dengan penyedia layanan public cloud. Organisasi atau perusahaan hanya memilih kombinasi tandem dari public-private cloud sesuai dengan kebutuhan mereka atau bisa juga organisasi atau perusahaan membangun private cloud terlebih dahulu. Kemudian perusahaan mencari penyedia layanan public cloud  terbaik yang memiliki kemampuan menghubungkan dan mengintegrasikan awan priavat yang sudah ada dengan awan public milik penyedia layanan public cloud  dalam mengimplementasikan hybrid cloud ada tiga kriteria terpenting: security (keamanan), connectivity (konektifitas), dan portability.
          Kriteria keamanan alias security selalu dan akan menjadi kriteria yang paling penting didalam penerapan cloud computing, termasuk hybrid cloud. Arsitektur hybrid cloud adalah perpanjangan atau extention dari private cloud. Maka departemen TI harus menerapkan tingkat keamanan terbaik khususnya dalam memilih publik cloud. Mengacak (encryting) data pada saat transit, kunci pengamanan untuk server, pengelolaan akses, kejelasan siapa yang memiliki apa, dan manajemen perubahan (change management) sangat mutlak harus didefinisikan dan dioperasikan.
          Hubungan atau konektivitas antara public dan private cloud  harus menyediakan pasilitas untuk memungkinkan tngkat keamanan yang tinggi untuk aliran data akses oleh pemakai dan interaksi antara aplikasi di  dan private cloud. Hubungan ini bisa lewat VPN yang menyediakan isolasi IPSec dan pengacakan data (encriptyon)  atau lewat koneksi WAN langsung dari awan public dan private. Koneksi WAN dapat tersedia secara terpisah atau lewat ISP yang sudah memenuhi kriteria keamanan yang ditentukan. Baik VPN maupun koneksi langsung lewat WAN harus mampu menghubungkan infrastruktur fisik maupun virtual dari public dan private cloud.
Dengan Hybrid, departement TI memiliki tingkat fleksibilitas dan kontrol yang lebih tinggi dalam menyediakan sumber daya komputasi, penyimpanan data dan aplikasi yang paling optimal”.
          Setelah keamanan dan konektivitas dibereskan, pengguna harus memerhatikan portabilitas antara kedua cloud portabilitas ini bisa menyita banyak waktu dan tenaga tetapi juga memberikan nilai yang sangat tinggi untuk organisasi yang menerapkan hybrid colud. Kemampuan memindahkan dan mengalihkan sumber daya komputasi, data, aplikasi antara public cloud dan private cloud  adalah nilai tambah yang paling besar dari penerapan hybrid cloud.
          Dengan hybrid cloud, sumber daya komputasi akan sangat elastis dan mampu mencukupi sumber daya untuk menjalankan workload diatas platform virtual (virtual machine) yang tidak tergantung kepada satu operating system. Data harus bisa mengalir dengan lancar, efisien, dan aman antara dua model cloud tersebut. Dengan demikian, kita memiliki akses penyimpanan data yang tidak terbatas dan memiliki interoperabilitas aplikasi yang tinggi. Dengan kata lain kompatibilitas antara public dan private cloud menjadi sanfat vital, dimana departemen TI harus dapat mengakses bahasa pemrograman, API dan application framework  yang sama sehingga aplikasi bisa dipindah-pindahkan dan di integrasikan dengan baik.
Pleksibilitas dan kontrol tinggi
          Dengan hybrid, departemen TI memiliki tingkat pleksibilitas dan kontrol yang lebih tinggi dalam menyediakan sumber daya komputasi penyimpanan data dan aplikasi yang paling optimal. Hybrid cloud  dapat menjadi strategi yang lebih efektip khususnya untuk organisasi yang membutuhkan keamanan dan phiysical presence harga yang harus dibayar dengan hybrid cloud adalah infestasi perangkat keras dan lunak untuk private cloud  departemen TI bisa memilih infrastruktur Hardware dan Software yang sesuai dengan kebutuhan beban kerja, tetap bisa mengontrol sumber daya komputasi yang paling fital, dan pada saat yang sama memiliki fasilitas pengalihan ke public cloud  pada saat dibutuhkan (burst-mode) yang lebih ekonomis dan menjaga tingkat keamanan yang dibutuhkan.

THE YEAR OF LIVING RANSOMROUSLY

THE YEAR OF LIVING RANSOMROUSLY

Kalau didunia nyata,bisnis batu akik ,erupakan bisnis yang populer karena hanya dengan memodalkan batu alam yang bisa didapatkan dengan modal relatif kecil,akan bisa dapat hasil yang luar biasa.apalagi kalau batu tersebut dinilai berharga oleh peminatnya seperti dipercayai bisa menangkal guna-guna,meningkatkan karisma pemakainya,dan menetralisir racun.
Didunia security,model bisnis yang sedang berkembang dan diminati oleh para kriminal pembuat malware saat ini adalah ramsomware,yang mirip dengan bisnis batuk akik didunia nyata.pasalnya karena hanya dengan memodalkan kurang dari US$3 ribu  untuk membeli sistem ransomware,akan bisa dapat keuntungan ratusan kali lipat dari korbanya. ransomware memiliki payload khusus enkripsi level industri yg tidak bisa di pecahkan. Kunci deskripsinya hanya dimiliki oleh pembuat malware.untuk mendapatkan kunci deskripsi itu pemilik data di haruskan membayar ramsom/tebusan (kebanyakan dalam mata uang bitcoin),tergantung jenis ransomware yang menginfeksi,dari hanya sekitar 30an sampai ribuan dolar AS.
Kelemahan Antivirus
            Pada dasarnya, Malware sebenarnya selalu selangkah lebih maju dari program antivirus.program antivirus sampe hari ini masih sangat bergantung pada update definisi malwer guna mendeteksi ancaman virus terkini dan tidak ada virus yang mampu menjamin proteksi seratus persen terhadap ancaman malware.setiap kali malware baru di ciptakan ,selalu ada jeda waktu malware tersebut tidak terdeteksi sampai semua program antivirus mampu mendeteksi secara total.menurut reset yang dilakukan oleh Gdata,program antivirus rata-rata membutuhkan waktu 14 hari untuk mendeteksi malware baru. Jadi,jika komputer anda yang dilindungi oleh program antivirus terupdate diserang oleh satu malware yang baru diciptakan kurang dari 14 hari yang lalu, program antivirus yang anda miliki kemungkinan besar tidak akan mampu mendeteksi malware tersebut.
            Lalu pertanyaanya,seberapa besar kemungkina pengguna komputer mendapatkan malware baru yang berumur kurang dari 14 hari ? kalau hal ini ditanyakan pada era pra internet,jawabanya bisa berbulan-bulan atau tahunan.namun di era internet ini jawabanya adalah “sangat besar”. Hal ini terbukti dari insiden ransomware locker yang disebarkan diluar negeri pada tanggal 25 mei 2015 dan tepatnya pada tanggal tersebut locker juga memakan korban di indonesia.
Tindakan preventif ransomware
            Menjawab pertanyaan selanjutnya,tindakan preventif apa yang harus dilakukan untuk meminimalkan dampak ransomware? Jawaban utamanya adalah backup yang baik dan benar.perlu diperhatikan disini bahwa backup saja tidak menjamin data anda aman dari ancaman ransomware karena banyak ransomware yang mengincar data backup seperti yang terjadi pada kasus synology.yang bisa menjamin anda aman adalah backup yang tidak terjangkau oleh ransomware,baik backup secara offsite atau backup dengan pasword dan username.
            Umumnya,data bisa dikategorikan kedalam dua jenis,yakni data yang bersifat fast moving dan yang bersifat slow moving.data slow moving biasanya tidak berubah seperti data foto pribadi,koleksi lagu,laporan keuangan atau data base,laporan keuangan priode berjalan dan sejenisnya .ukuran data slow moving bisa sangat besar.namun karena tidak brubah,anda bisa melakukan anda bisa backup satu kali dan menyimpan secara offline(seperti membackup seperti ke DVD ROM dan menyimpanya bersarkan kategori yang anda sukai,misalnya disimpan berdasarkan ukuran waktu atau kategori lain).sementara untuk data fast moving yang ukuranya kecil bisa dibackup ke USB,hard disc eksternal atau cloud storage yang memiliki multilayer backup.data base yang besar sebaiknya di backup secara regular dan di simpan offline dengan kekerapan yang disesuaikan dengan sifat sensitivitas data.
Tindakan korban Ransomware
            Jika anda menjadi korban ransomware dan data anda berhasil di sandera oleh ransomware,apa tindakan terbaik yang anda lakukan ?tentunya sudah terlambat bagi anda untuk menyesali,menggapa tidak melakukan backup.nah,berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan jika komputer anda terinveksi ransomware dan data anda berhasil di enkripsi
            *Karantina komputer.segera putuskan komputer anda dari jaringan intranet dan internet.hal ini sangat penting untuk mencegah ransomware mengupdate diri sekaligus untuk menghentikan penyebaran ransomware.selain itu,hal ini juga untuk mencegah aktivitas enkripsi terhadap data intranet khususnya pada data yang di sharing secara full sharing.
            *identifikasi ransomware apa yang menginveksi komputer anda .beberapa ransomware memiliki kelemahan dan deskripsi data bisa dilakukan tanpa perlu membayar tebusan.hal ini penting untuk menentukan langkah apa yang perlu diambil sehubungan dengan data anda yang di enkripsi.
            *jangan bersihkan komputer dan jangan pasang antivirus apapun.jangan melakukan scan komputer dengan antivirus.apalagi format komputer.mengapa? pasalnya,program antivirus pada umumnya akan mendeteksi dan membasmi ransomware yang meng enkripsi data anda.tetapi sekali pun ransomware tersebut sudah dibasmi dan dibersihkan dari komputer anda,data anda yang telah di enkripsi tidak bisa di kembalikan oleh program antivirus tersebut.malah informasi penting yang diperlukan untuk mengidentifikasi ransomware tersebut bisa dihilangkan atau di hapus oleh program antivirus yang baru anda pasang.padahal, informasi tersebut sangat diperlukan untuk mengidenfikasi lebih jaun ransomware apa yang menginveksi komputer anda dan menentukan langkah yang perlu di tempuh selanjutnya.
            *Lakukan Proses Recovery seperti sistem restore,shadow volume,pengambilan data dari dropbox atau cloud.layanan cloud storage memiliki sistem otomatis backup data berlapis.kemungkinan melakukan recovery data yang anda simpan di cloud seperti dropbox atau google drive sangat besar . asalkan ransomware tidak melakukan enkripsi berkali kali pada data cloud anda
            *Lakukan Proses data Recovery  dari hard disc untuk mencari kemungkinan recovery tanpa membayar ransomware.
            *jika anda memutuskan untuk mebayar ransom. Lakukan segera dan jangan tunggu membayar ransome merupakan pilihan terakhir yang boleh anda pilih meskipun vaksin com tidak menyaran kan karena akan memotifasi dan mendanai aksi ransomware berikutnya.
            Namun jika data yang anda dimiliki sedemikian berharga dan anda berpotensi menderita kerugian yang  sangat besar tanpa data tersebut dan memutuskan untuk membayar ransom lakukan segera dan jangan tunggu karna sering berjalanya waktu biasanya nominal ransomware akan meningkat.namun perlu anda sadari bahwa tidak ada jaminan kalau anda membayar tebusan yang diminta, anda akan mendapat kembali data anda .hanya saja , biasanya pembuat ransomware memiliki metode untuk membuktikan bahwa mereka mampu mendeskripsi 1 atau 2 dokumen dan secara logis mereka tidak memiliki keuntungan menahan kunci deskripsi jika sudah mendapatkan uang tebusan yang diminta namun anda perlu berhati-hati mengirimkan data sample untuk dideskripsi.pasalnya , kalau pembuat ransomware menyadari bahwa nilai data yang anda miliki sedemikian berharga lalu memutuskan untuk meningkat kan uang tebusan,anda bisa bernyanyi “pusing pala barbie”